Sabtu, 04 Juni 2016

LANGITPUN TAU CARANYA MENGUNGKAPKAN

          Pernahkah kah kau bersedih? Kurasa setiap orang pernah mengalaminya. Pernahkah airmata itu turun mengalir dipipimu? Percayalah menangis bukan pertanda kita lemah. Hanya saja cara untuk meredakan suasana, suasana hati.

           Kau pernah melihat hujan? Apakah kau suka hujan? Atau kau selalu menanti datangnya hujan? Lihatlah langit ketika sedang turun hujan. Kau tau? Langit sedang mengajarkanmu sesuatu dengan menurunkan hujan. Mengajarkanmu caranya mengungkapkan. Lihat! Langitpun mengungkapkannya dengan menjatuhkan butiran air ke bumi. Apakah langit lemah? Tidak. Langit tidak lemah, namun ia sedang meredakan suasana sekaligus memberi tahu caranya mengungkapkan.

           Menangislah jika memang itu mampu meredakan kesedihanmu. Tapi ingat kau pun jangan terlalu larut dalam kesedihanmu. Jangan pula kau bersedih terlalu berkepanjangan. Hey? Apa yang kau sedihkan? Bila dunia kejam terhadapmu, ubahlah ia. Ubah dunia mu, kau yang menentukan ingin seperti apa dunia mu. Kau boleh bersedih, tapi tersenyumlah segera dan hapus air matamu. Bila tidak mampu bersiaplah akan masalah baru.

          Kau pernah lihat hujan yang terus menerus? Apa yang akan terjadi? Kurasa kau tau apa jawabannya. Hujan pertama akan meredakan suasana, membuat beberapa orang yang menantinya tersenyum. Tetapi hujan yang terlalu larut akan membuat senyuman mereka berubah menjadi ketakutan, meresahkan yang ada di bumi dan membuat masalah baru.

           Pernahkah kau melihat langit setelah hujan? Hujan yang tidak terlalu larut yang ku maksud. Bagaimana? Adakah pelangi? Ya biasan cahaya yang selalu mampu membuat orang yang melihatnya tersenyum bahkan takjub. Yang membuat pasang mata enggan melewatkan moment itu. langitpun kembali menjadi cerah setelah selesai dengan kesedihannya. Memberikan sinar semangat dari sang mentari. Kau ingin seperti apa? Hujan yang terlalu larut atau hujan yang mampu mendatangkan pelangi? Kau tau apa yang terbaik untukmu.

0 komentar:

Posting Komentar