Postingan

Pendakian Sulung #1

Adakah dari kalian yang suka sama foto-foto pemandangan alam semesta ini?
Adakah dari kalian yang bermimpi atau berniat menjejakan kaki ke tempat tersebut? Adakah dari kalian yang menyesal saat mencoba untuk mencapai tempat indah itu? Atau malah kalian ketagihan dan melanjutkan menjelajah ke tempat yang lain?
Gue pun akan turut menjawab. Pertama yaps gue selalu kagum dan terkesima saat melihat foto-foto pemandangan alam yang keren terutama Indonesia yang banyak mempunyai gunung. Bagi gue wisata alam yang ada di Indonesia gak kalah keren dengan negara-negara lain. Kedua gue selalu berkhayal dan menikmati membayangkan bagaimana suasana yang ada dalam foto tersebut, pasti keren parssss, pasti sejuk, pasti indah, pasti tentram dan pasti-pasti yang lainnya. Ketiga, gue pernah mencoba buat mewujudkan khayalan gue untuk menjejaki kaki di tempat tersebut. But, what happen aya naon? Gue malah dibikin trauma buat mencoba, untungnya itu hanya bertahan beberapa bulan hehehe. Sisanya gue bisa mera…

#2 Peta Menuju Gerbang

Waktu berbaik hati mempertemukan kita. Kisah inilah yang ingin kuceritakan, kisah pertama nan kompleks yang pernah terjadi. Ku sisipkan beberapa potong kalimat dari penaku waktu itu. Dengarlah aku bercerita.
28 januari 2015
“Tapi entah mengapa aku tetap menaruh kepercayaan besar ini padamu. Waktu terus berjalan, setiap detikan waktu membantuku untuk menjawab semuanya”
     Rasa kecewa itu kerap kali muncul di dalam benak. Rindu? Tidak, tidak ada rindu didalamnya. Hanya lantunan kata kecewa yang selalu terdengar. Risih sekal memang berada di posisi seperti ini, namun aku takjub dengan kegigihanmu menemaniku melewati masa-masa sulit ini. Sempat aku bertanya-tanya untuk apa pula kamu rela melakukan semuanya?
8 februari 2015
“Hari ini hariku kurang semangat. Pagi-pagi udah di chat sama kakak kesayangan kirain disemangatin untuk hari ini eh malah dibuat down”
     Semenjak aku dikecawakan olehnya dan memilih pergi, kamu hadir seperti pagi ini. Hari itu aku sungguh tak mengerti mengapa kamu …

Senja Dikala Itu

Gambar
Siapa yang dapat menebak bahwa sesuatu akan berahir dengan cepat ataupun lambat? Siapa yang dapat menebak bahwa seuatu akan menjadi awal ataupun akhir?
          Seperti senja yang menjadi penanda datangnya malam, seperti awan gelap yang menjadi penanda hujan, ataupun seperti hari-hari itu penanda kamu akan pergi. Seperti layaknya manusia dibumi, akan merasakan sedih yang mendalam dihari-hari pertama kehilangan seseorang yang amat disayang. Lantas jika kamu bertanya masihkah aku sedih? aku akan menjawab tidak dengan melukiskan senyuman di wajah. Kemudian bila kamu bertanya apakah aku masih mengharapkanmu? Maka aku akan menjawab ‘entahlah’. Dan lagi jika kamu bertanya apakah aku masih menyayangimu? Dengan tegas aku menjawab ‘ya’.
          Pertemuan memang akan berakhir menjadi perpisahan, ini adalah siklus wajar. Benar kata orang bahwa kamu tidak boleh lari atas kenyataan yang terjadi. Aku salah, ku akui diri ini telah salah dalam mengambil langkah. Padahal aku sendiri yang mengajarkan …

#1 Bulan terakhir untuk awal

Bulan penutup tahun, tak selamanya menjadi akhir. Akulah yang membuktikannya bahwa inilah awal perjalanan kali ini. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tetesan air dari langit menjadi rutinitas setiap hari.  “nanti malam jadi kan kita akan berpesta dirumah lo?” ucap salah salah satu teman organisasiku. “jadi dong, kabari saja bila mau menuju kerumah nanti malam” balasku. “siappppp” ucapnya sambil menunjukan ibu jari kanannya kepadaku. 
Malam yang hangat dipenghujung tahun, terlewati dengan beribu canda tawa dalam satu malam. Tepat pukul 00.00 langit menggema, bukan, ini bukan langit yang bersuara, bukan pula langit sedang berteriak untuk mengeluarkan sedihnya, bukan, bukan itu. Para penduduk bumilah yang telah menggemakan langit, mereka sedang berlomba-lomba menghias langit. Namun sayang, hanya beberapa menit semua keindahan itu bertahan.
Selang satu jam setelah acara meriah dilangit, mereka kembali pulang. Pesta pun berakhir dengan ditutupnya tahun lalu dan dibukanya t…

Bersihin Gelas

Haiiiii…..
       Apa kabarmu? Sungguh aku tahu pertanyaan seperti ini sudah tak layak lagi kupertanyakan padamu. Kamu tahu? Aku sedang mengenang hari ini. Hari dimana kamu mulai berjuang, hari dimana kamu memulai membuka lembaran cerita yang kini telah usai. Biarkan aku mengenang……
       Kamu, yang saat itu mengucapkan janji. Janji yang mengubah segalanya, janji yang membuatku mulai berfikir untuk masuk kedalam zona yang bahkan tak pernah kubayangkan sebelumnya.
“Kasih gue waktu SATU BULAN, dan gue akan bersihkan gelasnya. Jika nanti gue gagal, lo boleh potong jari kelingking gue”
       Terlihat sadis memang saat pertama kali aku membacanya, saat itu bimbang mulai mendekatiku. Aku takut kamu tidak akan berhasil menepati janji itu, aku takut kenangan masa laluku sebelum kamu tak dapat hilang. Aku yang dahulu masih mengharapkannya masih belum bisa melepaskannya dari ingatan.
       Namun, caramu membuktikan membuatku merasa perlahan mulai memupuk keyakinan “KAMU BISA !!!”. Semua hal yan…

#Pembuka